Pernahkah kamu membayangkan berdiri di hadapan sebuah mahakarya arsitektur yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun?

Candi Borobudur, terletak di Magelang, Jawa Tengah, adalah bukti nyata kejayaan peradaban Nusantara masa lalu.

Dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, candi Buddha terbesar di dunia ini menampilkan keajaiban arsitektur dengan struktur bertingkat yang dihiasi lebih dari 2.600 panel relief dan 504 patung Buddha.

Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Borobudur tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga magnet wisata yang menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Dengan pemandangan spektakuler dan nilai sejarah yang tak ternilai, Candi Borobudur berdiri megah sebagai saksi bisu perjalanan waktu, mengundang setiap wisatawan untuk menjelajahi keindahan dan misterinya.

Daya Tarik Candi Borobudur

Taman di Candi Borobudur

1. Arsitektur candi yang megah

Borobudur, sebuah mahakarya arsitektur dan keagamaan, dibangun pada masa keemasan Dinasti Syailendra selama abad ke-8 hingga ke-9 M.

Struktur stupa bertingkat yang megah ini terdiri dari sembilan tingkat, masing-masing dihiasi dengan panel relief yang rumit dan patung Buddha yang indah.

Dengan lebih dari 2.600 panel relief dan 504 patung, Borobudur menjadi saksi bisu keagungan arsitektur dan spiritualitas masa lampau.

Relief-relief tersebut menggambarkan ajaran Buddha dan kehidupan Sang Buddha Gautama, memberikan pemahaman mendalam tentang agama Buddha dan warisan budaya yang kaya dari Indonesia.

2. Stupa utama yang ikonik di puncak candi

Stupa utama terletak di tingkat paling atas Candi Borobudur, menempati posisi sentral di puncak candi.

Ukurannya jauh lebih besar dibandingkan stupa-stupa lain yang mengelilinginya.

Stupa ini memiliki bentuk lonceng yang khas, dengan bagian atas yang meruncing.

Berbeda dengan stupa-stupa kecil di sekelilingnya yang berlubang dan menampilkan patung Buddha, stupa utama ini tertutup rapat.

Ada beberapa teori mengenai isi dari stupa utama ini.

Beberapa ahli berpendapat bahwa stupa ini mungkin pernah berisi patung Buddha yang besar atau relik suci, namun hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan arkeolog dan sejarawan.

Secara simbolis, stupa utama ini melambangkan puncak pencerahan dalam ajaran Buddha.

Posisinya yang berada di titik tertinggi candi mewakili tingkat spiritual tertinggi yang bisa dicapai oleh seorang praktisi Buddha.

3. Pemandangan matahari terbit yang menakjubkan

Pemandangan matahari terbit yang memukau di Candi Borobudur adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan.

Namun, untuk menyaksikan pemandangan alam yang menakjubkan ini, wisatawan harus membayar tiket masuk yang lebih mahal daripada tiket masuk reguler.

Harga tiket khusus ini mencerminkan akses eksklusif ke area khusus di candi di mana wisatawan dapat menikmati pemandangan matahari terbit dari titik pandang terbaik.

Pengalaman yang ditingkatkan ini sangat diminati oleh fotografer, pecinta alam, dan mereka yang mencari momen spiritual yang unik.

4. Taman luas di sekitar candi

Borobudur memiliki area taman yang luas, menjadikannya sebuah kompleks candi yang megah.

Selain Candi Borobudur yang menjadi bangunan utama, terdapat beberapa candi pelengkap di sekitarnya, seperti Candi Mendut, Candi Pawon, dan Candi Ngawen.

Area taman ini tertata rapi dengan pepohonan rindang dan rerumputan hijau, menciptakan suasana yang asri dan menenangkan.

Taman yang luas ini memberikan ruang terbuka bagi wisatawan untuk menikmati keindahan candi-candi dan berinteraksi dengan alam, sehingga membuat Borobudur menjadi destinasi wisata yang komprehensif dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

5. Museum Borobudur yang informatif

Di area kompleks Candi Borobudur, wisatawan juga dapat mengunjungi Museum Borobudur.

Museum ini menyimpan beragam informasi menarik tentang proses pemugaran candi Buddha terbesar di dunia tersebut.

Wisatawan dapat menyaksikan pameran foto dan artefak yang mendokumentasikan upaya restorasi ekstensif yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Museum Borobudur memberikan wawasan berharga tentang sejarah, teknik, dan tantangan yang dihadapi dalam melestarikan mahakarya arsitektur yang luar biasa ini, memungkinkan wisatawan untuk menghargai sepenuhnya keagungan dan warisan budaya Candi Borobudur.

6. Desa-desa tradisional di sekitar kompleks candi

Di sekitar kompleks Candi Borobudur yang megah, terdapat desa-desa tradisional yang menawarkan pesona wisata yang unik.

Desa-desa ini menyuguhkan pengalaman wisata kuliner yang memanjakan lidah, dengan hidangan lokal yang lezat.

Wisatawan dapat mencicipi berbagai makanan khas seperti gudeg, bakpia, dan wedang uwuh.

Selain itu, desa-desa tradisional ini juga melestarikan budaya Jawa yang kaya, menampilkan pertunjukan tari tradisional, kerajinan tangan lokal, dan rumah-rumah adat yang menawan.

Dengan menjelajahi desa-desa ini, wisatawan dapat mendalami warisan budaya Jawa yang telah diwariskan selama berabad-abad, melengkapi pengalaman spiritual dan sejarah mereka saat mengunjungi Candi Borobudur.

Daya Tarik Candi Borobudur

Fasilitas Candi Borobudur

Sebagai salah satu candi umat Budha terbesar, Candi Borobudur memiliki beberapa fasilitas yang dapat digunakan oleh kamu, diantara lain:

  • Pusat informasi wisata
  • Toko suvenir
  • Restoran dan kafe
  • Toilet umum
  • Area parkir luas
  • Penyewaan golf cart
  • Pemandu wisata
  • Shuttle bus

Lokasi dan Akses Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Candi ini berada di ketinggian 265 meter di atas permukaan laut dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia.

Candi Borobudur dapat diakses dengan berbagai kendaraan, baik pribadi maupun umum.

Berikut beberapa pilihan akses menuju Candi Borobudur:

Kendaraan pribadi:

  • Dari Yogyakarta: Ikuti Jalan Yogyakarta – Magelang, kemudian belok ke kanan menuju Jalan Borobudur. Jarak tempuh sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam.
  • Dari Semarang: Ikuti Jalan Semarang – Purworejo, kemudian belok ke kanan menuju Jalan Borobudur. Jarak tempuh sekitar 90 km dengan waktu tempuh sekitar 2-2,5 jam.
  • Dari Solo: Ikuti Jalan Solo – Magelang, kemudian belok ke kanan menuju Jalan Borobudur. Jarak tempuh sekitar 40 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Kendaraan umum:

  • Bus: Tersedia bus dari berbagai kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta menuju Candi Borobudur. Anda dapat naik bus dari Terminal Giwangan Yogyakarta atau Terminal Bismo Semarang.
  • Kereta api: Stasiun terdekat dengan Candi Borobudur adalah Stasiun Magelang. Dari stasiun, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan taksi atau angkutan umum lainnya.

Alamat Candi Borobudur

Jl. Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56553

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur

  • Tiket Masuk Wisatawan Domestik: Rp.50.000, – / orang.
  • Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara: USD25 / orang.
  • Tiket Masuk Matahari Terbit: Rp475.000 (domestik), USD34 (mancanegara)

Jam Buka Candi Borobudur

Jam buka Candi Borobudur buka setiap hari pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB, sedangkan untuk sesi sunrise buka pukul 04.30 WIB sampai 06.00 WIB (harus dengan reservasi).

Cek Google Maps

Kesimpulan

Candi Borobudur merupakan mahakarya arsitektur dan spiritual yang menjadi kebanggaan Indonesia.

Dengan keindahan arsitekturnya yang memukau, nilai sejarah dan budaya yang tinggi, serta panorama alam yang menakjubkan, Borobudur menawarkan pengalaman wisata Magelang yang tak terlupakan.

Meskipun harga tiket masuknya cukup tinggi, terutama bagi wisatawan asing, nilai yang ditawarkan sebanding dengan keunikan dan kemegahan candi ini.

Keberadaannya tidak hanya penting dari segi arsitektur, tetapi juga menjadi simbol spiritual dan budaya yang kuat, menegaskan posisi Borobudur sebagai salah satu monumen Buddha terpenting di dunia.

Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, Candi Borobudur terus menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya, membuktikan daya tariknya yang abadi sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Nusantara masa lalu.