Lawang Sewu memiliki arti “Seribu Pintu” dalam bahasa Indonesia, adalah sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Semarang, Jawa Tengah.

Dinamakan demikian karena banyaknya pintu dan jendela yang menghiasi fasadnya.

Namun, jumlah pintu Lawang Sewu Semarang sebenarnya tidak berjumlah 1000 pintu, bangunan ini diperkiraan memiliki hanya 600 sampai 700 pintu dan jendela.

Beberapa sumber mungkin memberikan angka yang sedikit berbeda, tergantung bagimana mereka menghitung (seperti pintu dan jendela dihitung atau tidak).

Jumlah pintu dan jendela yang banyak, ditambah dengan desain arsitektur yang memiliki banyak lengkungan, menciptakan ilusi visual seolah-olah bangunan ini memiliki ribuan pintu.

Arsitektur Lawang Sewu memadukan gaya Belanda dan Jawa, dengan menara kembarnya yang mencolok dan jendela-jendela lengkung yang khas.

Dibangun pada awal abad ke-20, salah satu wisata Semarang ini awalnya berfungsi sebagai kantor pusat perusahaan kereta api Belanda.

Seiring berjalannya waktu, gedung ini telah mengalami berbagai peristiwa bersejarah, termasuk pertempuran selama Perang Kemerdekaan Indonesia.

Saat ini, bangunan ini menjadi museum yang menyoroti sejarah dan arsitektur yang unik, serta menjadi salah satu landmark paling ikonik di Kota Semarang.

Daya Tarik Lawang Sewu Semarang

Menara Lawang Sewu

1. Arsitektur kolonial yang megah

Lawang Sewu Semarang memukau pengunjung dengan arsitektur kolonialnya yang megah.

Dibangun pada tahun 1904 oleh arsitek Belanda, gedung ini menampilkan fasad bergaya neo-Renaisans yang memukau dengan jendela melengkung yang besar dan balkon besi tempa yang rumit.

Bagian dalam gedung sama mengesankannya, dengan lantai marmer yang dipoles, tangga kayu berukir, dan langit-langit tinggi yang dihiasi dengan lampu gantung antik.

Arsitektur yang luar biasa ini menjadikannya salah satu landmark paling ikonik di Semarang, menarik para wisatawan dan pecinta sejarah dari seluruh dunia.

2. Nilai sejarah Lawang Sewu yang kental

Bangunan ini dibangun pada masa kolonial Belanda pada awal abad ke-20 dan memiliki nilai sejarah yang kental.

Lawang Sewu pernah menjadi kantor pusat perusahaan kereta api Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Selama Perang Kemerdekaan Indonesia, gedung ini menjadi lokasi pertempuran sengit antara pasukan Indonesia dan Belanda.

Bangunan ini juga pernah digunakan sebagai penjara oleh tentara Jepang selama Perang Dunia II.

Setelah kemerdekaan Indonesia, bangunan digunakan sebagai kantor pemerintah dan saat ini menjadi museum yang menyimpan koleksi artefak sejarah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.

3. Lorong-lorong panjang yang ikonik

Lawang Sewu, terkenal dengan lorong-lorong panjangnya yang ikonis.

Lorong-lorong ini membentang melalui bangunan, menciptakan suasana misterius dan memesona.

Dengan langit-langit yang tinggi dan dinding yang dihiasi dengan jendela-jendela besar, lorong-lorong ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan.

Cahaya alami yang masuk melalui jendela menciptakan permainan bayangan yang dramatis, menambah suasana magis bangunan.

Lorong panjang bangunan telah menjadi latar belakang banyak cerita hantu dan legenda, memperkuat reputasi bangunan sebagai tempat yang berhantu.

Hari ini, lorong-lorong tersebut menjadi salah satu spot paling ikonik Lawang Sewu, menarik pengunjung dari seluruh dunia yang ingin mengalami sensasi berjalan melalui sejarah yang misterius dan menakjubkan.

4. Ruang bawah tanah yang misterius

Lawang Sewu, menyimpan misteri di ruang bawah tanahnya yang gelap.

Legenda mengatakan bahwa ruang bawah tanah itu dulunya digunakan sebagai penjara bawah tanah oleh pemerintah kolonial Belanda.

Konon, para tahanan yang disiksa dan dieksekusi di sana masih menghantui tempat itu hingga hari ini.

Pengunjung sering melaporkan mendengar suara-suara aneh, langkah kaki, dan penampakan hantu.

Ruang bawah tanah yang lembap dan menyeramkan ini telah menjadi daya tarik bagi para pencari sensasi dan penggemar sejarah, tetapi juga memancarkan aura ketakutan dan misteri yang membuat banyak orang enggan memasukinya.

5. Pameran foto dan artefak bersejarah

Lawang Sewu, bangunan bersejarah di Kota Semarang, telah dialihfungsikan menjadi Museum Kereta Api Indonesia.

Museum ini memamerkan koleksi foto dan artefak bersejarah yang mengisahkan perjalanan kereta api di Indonesia.

Pengunjung dapat menelusuri sejarah transportasi kereta api sejak masa kolonial Belanda hingga modern.

Koleksi museum mencakup lokomotif uap antik, gerbong kereta yang telah direstorasi, dan berbagai peralatan kereta api lainnya.

Lawang Sewu dengan arsitektur khasnya yang bergaya Indis, menjadi latar yang sempurna untuk museum ini, memberikan wawasan mendalam tentang peran penting kereta api dalam sejarah dan perkembangan Indonesia.

6. Spot foto yang instagramable

Selain menjadi saksi bisu sejarah perkeretaapian Indonesia, Lawang Sewu juga menawarkan pesona tersendiri bagi para pencinta fotografi.

Arsitektur bergaya kolonial yang megah, dengan jendela-jendela tinggi dan pintu-pintu besar, menciptakan latar belakang yang dramatis dan estetik.

Kamu dapat mengabadikan momen-momen berharga di berbagai sudut bangunan, seperti di halaman depan yang luas, di bawah lorong-lorong yang bergema, atau di dalam ruangan-ruangan yang bersejarah.

Setiap sudut bangunan menyediakan spot foto yang unik dan menarik, sehingga menjadikan tempat ini sebagai destinasi yang sempurna untuk mengabadikan kenangan tak terlupakan.

Lawang Sewu Semarang

Fasilitas Lawang Sewu

Dengan adanya pengunjung yang selalu ramai, Lawang Sewu terus berupaya menyediakan fasilitas yang memadai diantaranya:

  • Toilet umum
  • Area parkir
  • Pusat informasi
  • Toko suvenir
  • Kafe
  • Kursi roda (tersedia untuk dipinjam)
  • Pemandu wisata

Lokasi dan Akses Lawang Sewu

Lawang Sewu terletak di pusat Kota Semarang, depan ikon Kota Semarang Tugu Muda, tepatnya di Jalan Pemuda.

Lokasinya strategis dan mudah diakses dengan berbagai moda transportasi umum seperti bus kota, taksi, atau ojek online.

Alamat Lawang Sewu

Jl. Pemuda No.160, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50132

Harga Tiket Masuk Lawang Sewu

  • Tiket Masuk Wisatawan Domestik Rp.20.000,- / orang.
  • Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara Rp.50.000,- / orang.

Jam Buka Lawang Sewu

Lawang Sewu Semarang ini buka setiap hari setiap pukul 08.00 – 21.00 WIB.

Cek Google Maps

Kesimpulan

Lawang Sewu merupakan salah satu ikon wisata Kota Semarang yang menawarkan pengalaman unik menjelajahi sejarah dalam balutan arsitektur kolonial yang memukau.

Dengan lokasinya yang strategis, fasilitas yang memadai, dan harga tiket yang terjangkau, Lawang Sewu menjadi destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang datang ke Semarang.

Bangunan bersejarah ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang sejarah perkeretaan api Indonesia pada masa kolonial.

Bangunan ini tidak hanya kaya akan sejarah kereta api di Indonesia, namun banyak spot bagus dan menarik untuk diabadikan.